Strategi Membentuk Siswa Siap Menuju Dunia Kerja Kuncinya Pembelajaran dan Fasilitas Bermutu

0
531

Kab Malang, IP – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki caranya tersendiri untuk mengantarkan peserta didik agar sukses di dunia kerja. Mulai dari pola pembelajaran, penyediaan fasilitas, hingga menciptakan koneksi antara sekolah dengan dunia industri.
Hal itu juga berusaha diterapkan oleh SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Dalam upaya membentuk peserta didik, pertama sekolah menekankan pembelajaran dengan kualitas yang bagus. Artinya, pro­ses pembelajaran dilakukan dengan sungguh-sungguh.

“Dalam bahasa kita, kualitas pembelajaran yang bagus adalah sekolah yang betulan. Jadi bukan sekolah-sekolahan, tetapi sungguh-sungguh sekolah,” ujar Mochamad Arief Luqman Hakim, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Menurutnya, indikator pelaksanaan pembelajaran yang bagus adalah guru dengan sungguh-sungguh me­laksanakan proses pembelajaran yang berkualitas. Karena itu diperlukan juga guru yang berkompeten dalam proses pembelajaran.

Kedua, dengan cara menyediakan fasilitas (sarana dan prasarana) pembelajaran praktik yang lengkap, memadai dan sesuai standar. Lengkap berarti, semua fasilitas yang dibutuhkan oleh siswa sudah tersedia di sekolah. Memadai dalam artian jumlah sarana dan prasarana seimbang dengan jumlah siswa.

“Lalu sesuai standar, yakni sarana dan prasarana yang digunakan untuk praktik sesuai standar dunia industri. Karena kita bicara sekolah kejuruan, maka sebagian pembelajaran berbentuk praktik. Itu memerlukan sarana dan prasarana penunjang,” tambahnya
Lukman melanjutkan, dengan pembelajaran yang dilakukan dan penyediaan sarana dan prasarana penunjang, diharapkan nantinya siswa sudah siap dan tidak kaget saat memasuki dunia kerja. (was)

Loading...