Belajar Tanpa Ruang dan Waktu Oleh : Amir Rifa’i

0
116

“Belajar tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Belajar dapat dilakukan dan berlangsung dimana saja dan kapan saja”. Ungkapan tersebut dapat mewakili kondisi pendidikan kita saat ini. Hampir satu tahun pembelajaran yang sebelumnya dilakukan dalam ruangan, kini berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan melalui berbagai aplikasi, mulai WA, Google Meet, Zoom dan aplikasi yang lainya.

Covid-19.menyebabkan semua aktifitas masyarakat lumpuh, tanpa terkecuali, pembelajaran. Dan hal tersebut cepat merambah ke berbagai belahan dunia. Imbas dari virus tersebut mengakibatkan anak-anak menjadi tidak bersekolah dan diberlakukan sistem pembelajaran dari rumah, begitu juga beberapa universitas ditutup sementara atau diberlakukan kuliah online menggunakan media yang ada asalkan tidak tatap muka sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kebijakan yang diambil oleh banyak Negara termasuk Indonesia dengan meliburkan seluruh aktivitas pendidikan, membuat pemerintah dan lembaga terkait harus menghadirkan alternatif proses pendidikan bagi peserta didik maupun mahasiswa yang tidak bisa melaksanakan proses pendidikan pada lembaga pendidikan. Diharapakan dengan seluruh lembaga pendidikan tidak melaksanakan aktivitas seperti biasanya, hal ini dapat meminimalisir menyebarnya penyakit covid 19 ini. Hal serupa juga sudah dilakukan oleh berbagai negara yang terkena covid 19 ini, kebijakan lockdown atau karantina dilakukan sebagai upaya mengurangi interaksi banyak orang yang dapat memberi akses pada penyebaran virus corona.

Memang ada manfaat yang diperoleh oleh siswa dan orang tua dari kebijakan belajar dari rumah diantaranya adalah orang tua dapat langsung memantau perkembangan putra-putrinya. Orang tua juga dapat mengawasi bahwa memang putra-putrinya benar-benar belajar mata pelajaran yang diberikan oleh para bapak/ibu guru dari sekolah. Selain itu orang tua tidak perlu khawatir akan pergaulan di luar rumah.

Kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka pencegahan virus tersebut tidak meluas sebenarnya menjadi langkah yang tepat, namun juga ada dampak buruk bagi sebagian siswa. Salah satu contoh kecil adalah kurangnya pengetahuan orangtua dalam mata pelajaran tertentu, sehingga tidak bisa membantu mengajari anak-anaknya yang merasa kesulitan. Selain itu, tidak semua orangtua yang selalu berada dirumah setiap harinya karena harus mencari penghasilan diluar rumah.

Selain itu, kurangnya pengawasan dari sebagian orangtua sehingga tidak sedikit yang menjadikan moment belajar di rumah ini sebagai ajang untuk nongkrong, ngegame dan aktifitas yang tidak seharusnya dilakukan oleh siswa. Bahkan banyak dari mereka yang melakukan touring ke luar kota hanya untuk berjalan-jalan menunaikan hobinya.
Adapun kebijakan yang tidak kalah merugikan lagi adalah bagi sekolah-sekolah yang berada di pelosok desa dengan minimnya akses internet. Tentu ini akan menjadi permasalahan tersendiri bagi mereka karena pasti tidak bisa mengikuti kegiatan pembelajaran sebagaimana mestinya.

Hal ini juga berlaku bagi peserta didik yang tidak memiliki akses terhadap internet dan teknologi. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah memberikan tugas pekerjaan rumah dengan jumlah yang cukup banyak kepada peserta didik, meskipun metode ini tidak semaksimal online learning, namun bisa dijadikan salah satu alternative supaya siswa tetap bisa belajar dan disetor setiap sepekan sekali. Selain itu, masalah lain yang perlu diperhatikan adalah, “para siswa juga akan mengalami kesulitan untuk melakukan konsultasi dengan guru terutama untuk pelajaran yang dianggap membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mendalam.

Jelas ini menjadi tantangan bagi para pengajar/ guru dalam memberikan materinya, karena tentunya sangat sulit mengajar jarak jauh tanpa bisa langsung bertatap muka. Belum lagi jika ada pertanyaan dari siswa karena belum jelas akan materi yang diajarkan, dan istilah –jauh panggang daropada api- berlaku bagi hal demikian.

Penulis memandang, berbagai pro dan kontra atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam menanggulangi tersebarnya virus ini, harus disikapi dengan bijaksana karena bagaimanapun setiap kebijakan atau keputusan pasti menyisakan cerita positif dan negatif. Dan setiap orang pasti mempunyai cara pandang tersendiri untuk menyikapi semua ini.
Menurut hemat penulis, pembelajaran bisa dilakuakan dimanapun dan kapanpun, bahkan justru dengan adanya kebijakan belajar dari rumah kita bisa menerapkan metode belajar kapan
saja dan dimana saja tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Namun tidak kalah pentingnya perlu adanya kerjasama antara orangtua, siswa dan juga guru atau instansi terkait untuk bersama-sama bahu-membahu mengatasi permasalahan yang ada selama proses pembelajaran.

Karena pastinya dibutuhkan kerjasama antar berbagai fihak untuk melangsungkan kebijakan yang diambil oleh para pengambil kebijakan dalam menjalankan programnya. Oleh karena itu dengan adanya kebijakan yang telah ditetapkan ini mari bersama-sama kita merawat, memelihara dan menjadikan diri dan lingkungan menjadi lebih baik lagi.
Harusnya, moment ini menjadi bahan terbaik yang bisa dilakukan untuk menanamkan karakter kepada putra-putrinya. Dan ini menjadi kesempatan terbaik untuk bersama-sama mengawasi dan menemukan karakter yang sesuai dengan bakat yang dimiliki siswa. Kita berharap kepada para pemangku kebijakan tetaplah bekerja dan menentukan langkah untuk menghentikan penyebaran virus ini. Bagi para praktisi pendidikan, guru dan yang bersangkutan di bidangnya tetaplah mencari solusi terbaik bagi pembelajaran siswa-siswi kita supaya tetap menggunakan hak belajarnya walau sedang berada di rumah. Begitu pula bagi orang tua siswa tetaplah memantau perkembangan putra-putrinya dalam belajar dan menerima pelajaran dari gurunya walaupun melalui media sosial.

Adapun teruntuk siswa-siswi yang sedang belajar, tetaplah semangat belajar dari rumah, kerjakanlah semua tugas dan materi yang diberikan oleh bapak/ibu guru dari balik media teknologi IT yang sedang digunakan saat ini.

Dan jadikanlah kesempatan belajar di rumah ini untuk mendekatkan diri kepada keluarga serta jadikan moment ini sebagai sarana yang menimbulkan efek positif dengan menghindari pergaulan yang berlebihan di luar rumah.

Tiada yang tahu kapan wabah covid-19 ini akan berlalu, namun yang jelas kita semua harus mempersiapkanya bersama-sama dengan baik dan melakukan segala upaya yang bisa dilakukan sebaik mungkin. (*)

Loading...