Ianpylok, Lewat Karya Ungkap Keresahan

0
420
Salah satu kegiatan di ruang seni milik Ianpylok.

Malang, IP- Bagi sebagian orang tidak mudah mengungkapkan keresahan hatinya, terkadang membutuhkan media sebagai perantara. Begitu juga untuk Ianpylok, yang memutuskan mengungkapkan segala perasaannya melalui lukisan.

Laki-laki ini memutuskan terjun ke dunia seni sejak Sekolah Menengah Pertama. Saat itu, ia coba ungkapkan perasaan bahagianya dengan menggambarkannya pada mural. Beranjak dewasa ia makin mendalami dunia seni, dengan masuk jurusan seni rupa murni di Universitas Brawijaya Malang. Namun pertengahan kuliah ia merasa kehilangan motivasi untuk kembali melukis.

Di tahun 2021, hampir empat bulan Ianpylok tidak menghasilkan karya apa pun. Ia benar-benar puasa berkarya. Hingga pada bulan Desember Ia bangkit dan menemukan jawaban atas keresahannya. “Di bulan Desember langsung menghasilkan enam karya sekaligus, dua diantaranya mengikuti pameran di Yogyakarta” ungkapnya.

Baca juga : Pameran Diselingi Lelang Lukisan

Menurut Ian, karya dengan judul Responsible menjadi lukisan paling berkesan. Karena karya tersebut menceritakan sosok ayah dengan dirinya. Keresahan tersebut tidak dapat disampaikan secara langsung namun melalui media karya seni diungkapkannya segala rasa. “Karya tersebut menjadi karya paling jujur,” tegasnya.

Terlebih, keberadaan ruang seni masih sering diabaikan padahal ruangan ini dapat sebagai perantara untuk mengungkapkan segala perasaan yang berkecamuk dalam diri. Melalui ruang seni diharapkan mereka bisa mengungkapkan segala perasaannya dengan rasa aman.

Tak berhenti di lukisan, ruangan yang semula kosong kini berhasil disulap menjadi studio seni. Beberapa kuas, cat minyak, kanvas, serta palet telah tertata rapi di salah satu sisi ruangan. Tempat ini menjadi ruang seni tempat Ianpylok mengekspresikan dirinya tak hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk orang terdekat. Ia mengungkapkan studio tersebut tidak hanya sebagai ruang aktivitas seni. Namun sebagai ruang aktivitas yang lebih fleksibel dan tidak keluar dari orientasi seni itu sendiri.

Baca juga : Abadikan Tradisi Lisan melalui Buku Sumber Biru

“Meskipun tempatnya tidak besar namun cukup untuk menampung teman-teman berkarya ataupun sharing” tambahnya. Apa pun yang dilakukan saat ini, nantinya ia berharap bisa menjadi manfaat untuk orang-orang sekitar. “Paling penting bisa saling berbagi semangat” pungkasnya (ola)

 

pewarta : Vranola Ekanis Putri