Menpan Ajak Mahasiswa UB Kembangkan Sektor Pertanian Modern

0
34
Menpan RI Prof Syahrul Yasin Limpo ketika mengisi kuliah umum di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang.

Malang, IP – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Prof Syahrul Yasin Limpo, mengajak para mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang mengembangkan sektor pertanian Indonesia. Pengembangan ini dapat dilakukan lewat teknologi dan mekanisasi sebagai jalan meningkatkan produktivitas pertanian menuju pertanian modern.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi kuliah umum tentang “Keta¬≠hanan Pangan Indonesia” di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang, Rabu (2/11/2022). Menurut Yasin Limpo, sektor pertanian adalah solusi yang pasti untuk pertumbuhan ekonomi.

Ini terbukti dari kemampuan Indonesia melalui tantangan pandemi dan krisis ekonomi dunia secara baik dan terukur. Sebab itu, Yasin Limpo berharap pertanian menjadi sektor penyelamat bagi jutaan orang dalam mendapat lapangan pekerjaan.

“Saya selalu mengatakan bahwa solusi dari tantangan ini adalah pertanian, karena pertanian adalah makanan semua orang di dunia serta lapangan kerja yang paling siap untuk menghadapi tantangan besar global,” tegasnya.

Baca Juga :

Social Movement, Gotong Royong Pulihkan Lahan Pertanian Dampak Banjir

Bumi Beregenerasi, Apa Manusia Bisa Bertahan?

SMONAGENES UB Beri Edukasi Menu Sehat bagi PKK Desa Karangwidoro

Ia menilai, mahasiswa merupakan garda terdepan dalam melakukan berbagai perubahan. Sedangkan pertanian menjadi sektor paling siap guna menyambut perubahan tersebut
Terlebih menurut Yasin Limpo, pertanian tumbuh meyakinkan. Baik dari sisi produktivitas beras yang berada di atas rata-rata maupun dalam sisi ekspor. Bahkan FAO dan IRRI juga memberi penghargaan khusus terhadap sistem ketahanan pangan Indonesia yang mampu mewujudkan swasembada.

“Maukah kita saling melengkapi, kita bilang jangan impor karena rakyat bisa tanam padi sendiri. Mahasiswa bantu, agar petani kita lebih sejahtera,” ajaknya.

Menurutnya semua itu bisa terlaksana, jika dilakukan dengan kerja keras, kebersamaan, ketulusan dan keikhlasan. Sehingga tidak boleh dilakukan dengan iseng-iseng semata.

“Sekarang kita menghadapi dunia yang tidak lagi baik-baik saja. Besok kita akan menghadapi krisis, krisis energi, keuangan global dan ini menjadi tantangan bagi kita. Tantangan itu pasti ada tetapi kita percaya diri dan harus optimis, tinggal seperti apa kita jalani secara bersama,” paparnya.