Mahasiswa KKN Unmer Malang Ciptakan Mesin Pirolisis: Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Alternatif

0
Pelatihan dan demonstrasi penggunaan mesin pirolisis kepada anggota Karang Taruna YC, Dusun Ngingrim, Pandanrejo oleh KKN Kelompok 5 Unmer Malang. (Foto: Wahyu Setiawan/IP)

Kab Malang, IP – Mahasiswa KKN Universitas Merdeka (Unmer) Malang berhasil merancang mesin pengelolaan sampah plastik yang mampu mengubah limbah plastik menjadi sumber bahan bakar alternatif. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menanggulangi permasalahan sampah plastik di tingkat desa.

Baca Juga: 

 

Menumbuhkan Literasi Sejak Dini, Dari Read Aloud hingga Menulis Cerita

 

Lima Langkah Strategis Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

 

Guru Ngaji di Sawojajar Produksi Baju Daur Ulang Dari Sampah

Mengusung program berjudul “Optimalisasi Pengelolaan Sampah Plastik melalui Teknologi Mesin Pirolisis sebagai Sumber Bahan Bakar Alternatif”, program ini dijalankan oleh 21 orang mahasiswa dari berbagai jurusan. Antara lain dari jurusan Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Manajemen, Administrasi Publik, Hukum, Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Sistem Informasi.

“Kami juga berkolaborasi erat dengan Karang Taruna Dusun Ngingrim, Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir, serta masyarakat setempat,” ujar Arya Dewangga, Ketua KKN Kelompok 5 Unmer Malang.

Melalui pendekatan berbasis edukasi dan teknologi tepat guna, mahasiswa KKN Kelompok 5 Unmer membuat alat pirolisis skala kecil. Proses pirolisis dilakukan dengan memanaskan sampah plastik tanpa pembakaran langsung, sehingga menghasilkan uap yang kemudian dapat disuling menjadi bahan bakar potensial.

“Fokus utama program bukan pada produksi bahan bakar secara massal, melainkan edukasi pengelolaan sampah, peningkatan kesadaran lingkungan, serta pemanfaatan teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan di masa depan,” sambung Arya.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan besar program, yakni untuk mengurangi volume sampah plastik yang menumpuk serta menekan polusi udara akibat pembakaran plastik secara langsung yang sering dilakukan masyarakat.

Mesin pirolisis rancangan mahasiswa KKN Kelompok 5 Unmer Malang. (Foto: Wahyu Setiawan/IP)

Proses riset dan pembuatan alat pirolisis sendiri tidaklah instan, Arya mengaku pihaknya memerlukan waktu sekitar 2-3 minggu. Ini meliputi tahap perencanaan, perancangan alat, uji coba alat, dan demonstrasi kepada masyarakat Dusun Ngingrim.

“Dengan demikian, selain merancang alat pirolisis sederhana sebagai media edukasi pengelolaan sampah plastik, program ini juga diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang dampak sampah plastik dan alternatif pengolahannya,” sambungnya.

Lewat program ini pula, mahasiswa KKN Kelompok 5 Unmer Malang membuat konten dokumentasi kegiatan berupa foto, video, dan artikel yang dapat dipublikasikan melalui website atau media sosial KKN. Mereka pun berharap, program ini nanti bisa terus dikembangkan sebagai inovasi teknologi tepat guna.

Sementara itu, Ahmad Dwi Nurcahyo, Ketua Karang Taruna Youth Culture (YC) Dusun Ngingrim mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Unmer Malang. Ia menilai kehadiran mahasiswa membuat suasana lebih hidup dan membuka ruang sharing yang lebih terbuka.

“Kami juga mendapat teman sekaligus partner sharing baru. Dengan adanya mahasiswa KKN, YC bisa menyampaikan informasi lebih terbuka karena akan dapat feedback positif dan komunikasi dua arah berlandaskan pada pengalaman dan keilmuan yang terverifikasi,” tegas pria yang akrab disapa Yoyok ini.

Menurutnya, YC sangat antusias menyambut kedatangan KKN dengan memberikan dukungan anytime, everywhere, termasuk tenaga, dan pikiran. Karang taruna juga mengapresiasi kontribusi KKN dalam percontohan kegiatan, membantu program kerja YC, serta kedisiplinan datang tepat waktu—bahkan sebelum acara dimulai.

“Salah satu hal yang patut ditiru adalah aspek Publikasi, Dokumentasi, dan Dekorasi, di mana YC memiliki keinginan tinggi untuk belajar dari tim KKN. Intinya kami senang bekerja sama dan saling membantu dalam mencapai tujuan bersama,” tambahnya.

Di sisi lain, Yoyok berharap komunikasi dan relasi antara mahasiswa KKN Unmer Malang dengan karang taruna dapat terus berlanjut setelah masa KKN berakhir. Harapan ini terutama terkait keberlanjutan pengelolaan sampah plastik menggunakan mesin pirolisis yang telah berhasil mahasiswa Unmer ciptakan. (was)

Total Kunjungan: 128

Install Aplikasi Inspirasi Pendidikan di Ponselmu: Install Sekarang