Perjalanan Suhardini Jadi Kepala SD Inspiratif Nasional

0
146
Dr Suhardini Nurhayati SPd MPd, Kepala Sekolah SD Insan Amanah Malang. (Foto: Ist/IP).

Malang, IP – Pada tahun 2021 lalu, Dr Suhardini Nurhayati SPd MPd, Kepala Sekolah SD Insan Amanah Malang berhasil dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Dasar Inspiratif Tingkat Nasional oleh Kemendikbudristek.

Dalam perjalanannya meraih penghargaan tersebut, sejak tahun 2013 Suhardini telah memijak anak tangga kehidupan dengan mengikuti berbagai macam kompetisi.

Baca Juga: 

Siti Fadilah, Menjadi Guru Tak Cukup dengan Modal Tekad

Wabud: Perempuan Merupakan Madrasah Pertama bagi Anaknya

Wahyu Mangun Kusuma, Langganan Prestasi Nasional Bidang Matematika

Berbagai penghargaan dan kejuaraan juga ia dapat. Mulai menjadi instruktur nasional kurikulum 2013, pemenang lomba simposium guru tingkat nasional, pemenang lomba best practice kepala sekolah tingkat nasional, hingga menjadi juara 3 wanita inspiratif di Kota Malang.

Tidak hanya itu, ia bersama para warga sekolah di SD Insan Amanah juga berhasil meraih penghargaan. Mulai dari menjadi sekolah budaya mutu nasional, sekolah adiwiyata mandiri, hingga sekolah sahabat keluarga tingkat nasional pada tahun 2017 hingga 2018.

Semua ajang tersebut diikutinya sebagai wahana mengasah kompetensi sebagai kepala sekolah, sekaligus ingin mengembangkan eksistensi SD Insan Amanah. Pada akhirnya, tahun 2021 ia berhasil menjadi kepala sekolah inspiratif tingkat nasional.

“Pada saat itu kami diminta untuk mengirim video tentang bagaimana sekolah mampu menanggulangi hambatan-hambatan di masa pandemi. Dengan begitu, saya mengirim video mengenai inovasi kami membuat Learning Management System (LMS) atau jejaring menggunakan platform digital untuk semua siswa,” ungkap Suhardini.

Berinovasi Bikin Platform Digital dan Supervisi Pendidikan

Suhardini menjelaskan bahwa ia berinovasi dengan membuat LMS yang dapat diakses oleh para guru, murid, hingga orang tua murid. Berkat laman ini, SD Insan Amanah memiliki rumah bagi proses-proses pembelajaran jarak jauh sehingga tidak melulu hanya melalui whatsapp.

Menurut Suhardini, jika tidak menggunakan LMS di sekolah, pihak sekolah kehilangan banyak materi karena begitu banyak portofolio dan dokumentasi selama PJJ yang tidak ter-cover.

“Dengan adanya LMS ini kami tidak khawatir, karena kami diberi 1000T oleh Microsoft secara gratis untuk digunakan sebaik-baiknya di Insan Amanah, sehingga proses pembelajaran bisa berlangsung dengan baik dan lancar,” terang Suhardini.

Melalui platform digital itu pula, guru-guru SD Insan Amanah bisa melaksanakan pembelajaran dengan berbagai media seperti vlog, blog, padlet, dan lain sebagainya yang mampu memacu semangat anak-anak untuk belajar.

Pada LMS, guru-guru juga bisa memberikan kuis, berbagai macam uji kompetensi dan latihan, rangkuman, video menarik, ataupun hal lain sebagai bentuk literasi dan numerasi.

Dalam video pada kompetisi kepala sekolah inspiratif itulah Suhardini ingin membuktikan bahwa kepala sekolah dan guru di Insan Amanah tidak boleh mati gaya. Jadi ia harus terus berproses, terus berprestasi, dan berinovasi. (Sel) Baca berita selengkapnya di Tabloid Inspirasi Pendidikan