Seputar Candi Badut, Candi Tertua di Jawa Timur

Bentuk bangunan Candi Badut tampak tambun. (Foto: Wahyu Setiawan/IP).

Kab Malang, IP – Candi diyakini sebagai peninggalan sejarah dalam bentuk bangunan kuno untuk memuliakan orang yang telah meninggal. Bangunan candi terbuat dari batu, berupa tempat pemujaan, penyimpanan abu jenazah para raja atau orang terkemuka, seperti pendeta.

Selain dari bentuk bangunan yang berbeda, masing-masing candi juga memiliki ciri khas sendiri berupa ornamen-ornamen yang melekat padanya.

Baca Juga:

Naiknya Tarif Candi Borobudur Tak Beri Pengaruh Bagi Candi di Malang

Dikbud dan TACB Kota Malang Selidiki Arca Dewa dan Nandi di Bekas Museum Bentoel

Museum Zoologi Frater Vianney Malang, Simpan 12 Ribu Koleksi Spesimen

Peninggalan sejarah berupa candi banyak ditemui di beberapa wilayah nusantara. Seperti Kalimantan, Bali, Sumatra dan mayoritas ditemukan di pulau Jawa, terutama di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Di Jawa Timur, Kabupaten Malang turut menjadi lokasi ditemukannya beberapa bangunan candi. Salah satunya Candi Badut (biasa juga ditulis Candi Badhut) yang ditemukan pada tahun 1921. Candi ini diduga menjadi candi tertua di Jawa Timur.

Diperkirakan, Candi Badut dibangun jauh sebelum masa pemerintahan Airlangga (1009-1042 M). Airlangga merupakan penguasa terbesar Kerajaan Kahuripan yang berpusat di Sidoarjo, dekat Surabaya. Ia dikenal sebagai sosok raja yang memulai pembangunan candi-candi lain di Jawa Timur pada abad ke-10 Masehi.

Mengutip laman Perpustakaan Nasional RI, sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa Candi Badut dibangun atas perintah Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan. Hal ini dikaitkan dengan Prasasti Dinoyo (tahun 682 Caka atau 760 M) yang ditemukan di Desa Merjosari, Malang.

Prasasti Dinoyo mengisahkan tentang Gajayanalingga Jagatnata atau Raja Gajayana, penguasa Kanjuruhan pada 760-789 M. Pembangunan candi ini diperkirakan dilakukan tahun 760 M atau pada awal pemerintahan Raja Gajayana.

Penamaan Candi Badut diperkirakan berasal dari istilah dalam bahasa Sanskerta yakni Bha-dyut yang berkaitan dengan sorot rasi bintang.

Sementara untuk lokasi, Candi yang juga dikenal sebagai Candi Liswa ini berlokasi kurang lebih 5 km dari Kota Malang. Tepatnya berada di Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur Baca berita selengkapnya terkait “Ciri Khas Candi Badut” di Tabloid Inspirasi Pendidikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News