Kiano Harus Jualan Nasi Kotak Demi Kuota

by
(Foto: Ist) Kiano saat menjajakan dagangannya di area perkantoran Among Tani Kota Batu.
(Foto: Ist) Kiano saat menjajakan dagangannya di area perkantoran Among Tani Kota Batu.

Bantuan kuota internet gratis dari pemerintah hingga kini masih dalam proses pengisian data. Namun, saat ini proses belajar mengajar secara daring sudah jalan. Otomatis pelajar harus mempunyai kuota internet.
Untuk memiliki kuota, setiap siswa berbeda. Orangtuanya yang mampu taka da kendala. Tetapi, sejumlah pelajar harus berusaha mengais rezeki dulu baru bisa beli kuota. Salah satunya Mohammad Kerel Kiano Alkibi, siswa kelas V di MI Alam Lukman Al Hakim, Kota Batu. Dia harus berjualan kue dan nasi kotak di Balai Kota Among Tani demi membeli kuota internet agar bisa mengikuti belajar daring.
Caranya, pendapatan dari jualan dia disisihkan untuk membeli kuota internet. “Saya jualan membantu ibu supaya ada penghasilan tambahan. Sisanya untuk beli kuota internet agar bisa ikut sekolah daring. Kalau ada sisa lagi ditabung buat bayar kontrakan rumah,” cerita bocah berusia 11 tahun ini
Rata-rata ramai kalau siang karena pegawai keluar mencari makan siang dan membelinya. Kiano setiap hari berjualan sejak pagi hingga siang hari. Setelah berjualan, dia pulang dan mengerjakan tugas secara daring melalui gawainya.
Keluarga Kiano hanya memiliki satu gawai, sehingga mereka harus bergantian. Kiano mempunyai kakak yang menempuh pendidikan di SMPN 2 Kota Batu yaitu Nadia Yusfita.
“Saya berjualan sejak pagi hingga siang hari. Lalu pulang dan mengerjakan tugas. Kalau pagi, kakak yang mengerjakan tugas dulu. Jadi, gantian saya yang siang. Karena HP-nya hanya satu, jadi harus gantian,” tandas dia.
Setiap hari di lorong perkantoran Balai Kota Among Tani, akan terlihat Kiano duduk dengan membawa beberapa kotak makanan dan menanti pembeli yang ada di sana. Tentunya dengan rasa sabar. Hiingga jam makan siang datang, di situlah momen yang dinantinya. Anak-anak seperti Kiano tentu tidak ada waktu untuk bermain game atau bermedsos, meski ada bantuan kuota 35 GB. Yang ada di pikirannya, bagiamana dagangannya laku keras, sehingga dapur keluarga mengepul, dan syukur-syukur bisa beli gadget sendiri.(doi)