Fokus Disabilitas, Dinsos- P3AP2KB Beri Fasilitas Terapi

0
336

Malang, IP – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas. Untuk mengembalikan fungsi sosial disabilitas dalam masyarakat, Dinsos-P3AP2KB melaksanakan program fasilitasi terapi.

Fasilitasi terapi bagi penyandang disabilitas dilakukan dengan cara menjalin kerja sama dengan para terapis yang sudah berkompeten di bidangnya.

“Khusus untuk disabilitas berat kita ambil dari PPARBM (Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumber daya Masyarakat) Bakti Luhur. Tuna netra dari UPT RSCN (Rehabilitasi Sosial Cacat Netra) Janti Malang. Untuk terapi autis, tuna wicara grahita kerja sama dengan YP2 (Yayasan Putra Pancasila).

Untuk Kecamatan BlimĀ­bing terapinya kerja sama dengan YPAC (Yayasan Pemeliharaan Anak Cacat)” ujar Laily Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial, Anak dan Lanjut Usia Dinsos Kota Malang.

Dalam pelaksanaannya Dinsos memberikan pelayanan kepada masyarakat dikecamatan, masing-masibg dan biasanya kegiatan dilakukan pada aula kecamatan. Program ini sudah terlaksana pada tanggal 16 sampai 19 dan juga 23 November kemarin. Diketahui awalnya ada sekitar 40 peserta. Namun setelah penambahan anggaran Bulan Oktober lalu, jumlah peserta bisa ditambah menjadi 50 peserta tiap kecamatan.

Memang tidak semua disabilitas dapat terjangkau program ini. Karena dari jumlah keseluruhan disabilitas se-Kota Malang yakni sekitar 881 orang, hanya sekitar 225 orang yang mendapatkan terapi.

Menurut Laily tujuan adanya program tersebut untuk mengembalikan fungsi sosial disabilitas. Agar bisa mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri disabilitas agar mereka bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Selain itu adanya program ini diharapkan mampu untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat paham, bahwa di wilayah kecamatan ada program terapi khusus untuk disabilitas dan bisa mengarahkan disabilitas untuk mengakses pelayanan.

“Disabilitas ada untuk dibantu, karena saat ini masih ada kesenjangan antara disabilitas dengan masyarakat normal, karena adanya kesenjangan itu maka harus diselesaikan. Harapan kami nanti, disabilitas dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara maksimal dan tidak ada lagi kesenjangan bagi disabilitas di masyarakat secara umum” beber Laily
Selain memberikan fasilitasi terapi, Dinsos Kota Malang juga memberikan edukasi parenting kepada orang tua dan keluarga. Jadi pada saat pelaksanaannya,
orang tua juga dilibatkan. Ketika di rumah orang tua juga harus mempraktikkan terapi yang telah diberikan. Agar terapi yang diberikan bisa terus berkelanjutan. Karena terapi harus dilakukan secara terus menerus dan rutin. Sehingga terapi yang diberikan mengalami kemajuan dan tidak kembali dari nol.

“Program lain selain terapi disabilitas rencananya akan ada alat bantu dengar bagi 45 orang tuna rungu, ini masih dalam proses.

Rencana realisasinya Bulan November ini. Dari 5 kecamatan masing-masing ditargetkan 9 orang. Lalu juga ada bantuan bahan makanan pokok bagi penyandang disabilitas tiap kecamatan ada 80 orang” tambah Titik Kristiani Tri Rahayu Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan sosial Dinsos Kota Malang. (was)