Merdeka Belajar dengan Pendekatan Saintifik 4Cs Oleh : Mudji Irianik

0
195

Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas lima kegiatan. Pertama adalah kegiatan mengamati untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui, merumuskan pertanyaan dan merumuskan hipotesis. Kedua adalah kegiatan mencoba dan mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik. Ketiga adalah kegiatan mengasosiasi, menganalisis dan mengolah data dan berbagai informasi. Keempat adalah kegiatan untuk menarik kesimpulan.

Kelima adalah mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Implementasi kurikulum tahun 2013 (K-13) memerlukan perubahan paradigma pembelajaran.

Peserta didik dilatih untuk belajar mengobservasi, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data, menganalisis data dan mengkomunikasikan hasil belajar yang disebut pendekatan saintifik. Pendekatan ini perlu dilakukan untuk dapat mengembangkan kemampuan peserta didik agar belajar mandiri, berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, kolaborasi sesuai keterampilan abad 21.

Keterampilan abad ke- 21 sebagai keterampilan “The 4Cs “ meliputi berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi. Model pembelajaran abad 21 adalah model pembelajaran yang menonjolkan aktivitas dan kreativitas, menginspirassi, menyenangkan dan berprakarsa, berpusat pada siswa, otentik, kontekstual dan bermakna bagi kehidupan siswa sehari-hari.

Baca Juga: Hikayat Uang dan Lahirnya Kaum Rebahan Oleh : Bryan Satriya Hanggar Fidianata Putra

Siswa, selain itu, juga perlu diberi bekal untuk menguasai pengetahuan konten dan sikap ilmiah. Hal ini agar mereka memiliki literasi informasi, literasi media dan literasi teknologi informasi dan komunikasi. Model pembelajaran abad 21 meliputi model discovery learning, inquiry learning, problem based learning dan project-based learning.

Penting Berbagi Buku berjudul Pendekatan Saintifik The 4Cs yang ditulis Ahmad Taufik ini diharapkan mampu membantu para guru dalam meningkatkan kemampuan untuk menerapkan pendekatan saintifik the 4Cs menggunakan model pembelajaran abad 21 dengan menggunakan langkah 5M. Hal ini karena berdasarkan pengalaman pribadi penulis sebagai pengawas, kemampuan guru dalam mengimplementasikan langkah 5M masih kurang. Langkah 5M yaitu mengamati, menanya, mencari informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan.

Optimalisasi kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan saintifik, penulis menggunakan metode Disketer Klab. Ini adalah metode diskusi kelompok terarah dan kunjungan kelas berkelanjutan. Diskusi kelompok terarah adalah wawancara dari sekelompok kecil orang yang dipimpin seorang narasumber atau moderator yang mendorong peserta untuk berbicara terbuka dan spontan tentang hal yang dianggap penting dan berkaitan dengan topik saat itu. Diskusi kelompok terarah (Disketer) adalah suatu kegiatan yang berupa diskusi terarah yang dilakukan secara berkelompok.

Kelompok di sini adalah kumpulan guru-guru yang menjadi responden terdiri dari guru mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris sehingga jumlah peserta diskusi kelompok tearah adalah 5 orang guru. Melalui teknik diskusi kelompok terarah ini , ada aktivitas curah pengalaman atau sharing tentang pendekatan saintifik antar pengawas pembina, kepala sekolah dan kelompok guru. Dengan pelaksanaan supervisi secara berkesinambungan, diharapkan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan saintifik the 4Cs di kelas semakin meningkat.

Peningkatan Kompetensi Guru

Penyajian buku ini dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti sehingga pembaca bisa belajar sendiri dengan mudah. Langkah-langkah dalam pembelajaran saintifik dicantumkan dengan jelas. Strategi Diskester Klab yang diterapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan saintifik the 4Cs di kelas.

Baca Juga: Urgensi Video Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Buku ini menggunakan metode yang melibatkan banyak guru, pengawas dan kepala sekolah. Keterbatasan waktu untuk melakukan supervisi secara berkesinambungan. Dalam pembahasannya, masih kurang konsisten dalam menyebutkan kata, misalnya strategi Disketer Klab dangan metode Disketer Klab. Penulisan THE 4CS pada judul S menggunakan huruf besar, sedangkan di dalam materi S nya huruf kecil.

Berdasarkan progress pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah melalui penerapan metode diskusi kelompok terbatas dan kunjungan kelas berkelanjutan, diketahui bahwa kemampuan guru dapat meningkat dalam menerapkan pendekatan saintifik the 4Cs di kelas. Semakin intens pengawas, kepala sekolah dan guru mata pelajaran melakukan Disketer Klub secara berkelanjutan, semakin memotivasi semua guru untuk berusaha meningkatkan pemahaman dan kemampuannya dalam menerapkan pendekatan saintifik the 4Cs.

Implementasi pendekatan saintifik sangat sesuai untuk membekali siswa dengan kompetensi abad 21. The 4Cs menumbuhkan berpikir kritis, kreatif siswa dalam menganalisis, menggeneralisasikan dan menghipotesis permasalahan.

Baca berita terlengkap di Tabloid Inspirasi Pendidikan