Dorong Literasi Budaya Lewat Daur Ulang Sampah Kertas Jadi Topeng Malangan

0
Mewarnai Topeng Bubur Kertas Malangan Khas Jabung. (Foto: Ist/IP).

Malang, IP – Kesenian Topeng Malangan Jabung merupakan sepotong kekayaan seni budaya khas Kecamatan Jabung. Topeng Malangan ini telah menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Untuk memperkenalkan budaya Malangan secara lebih kreatif dan ramah lingkungan, Republik Gubuk, sebuah komunitas yang berfokus pada literasi budaya dan pemberdayaan masyarakat, menciptakan konsep edukatif dan inovatif berupa Topeng Bubur Kertas.

Baca Juga: 

Republik Gubuk, Gubuk Baca Berkonsep Pemberdayaan

Gelisah Hilangnya Wahana Edukasi, Jemy Dirikan Rumah Literasi Merdesa

Inspirasi Pendidikan Ajak Anak-anak Gubuk Prabu Pethuk Perkuat Literasi

Konsep ini memadukan dua hal penting, yakni mengajarkan anak-anak tentang budaya Malangan dan pentingnya pelestarian lingkungan.

Dalam sebuah acara Eduwisata pada Minggu (30/7/2023) kemarin, Republik Gubuk bekerja sama dengan Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMM (Elvern) serta melibatkan Influencer Mikro dan beberapa mahasiswa dari Malang Raya. Mereka tampak antusias menyambut kegiatan edukatif yang penuh makna ini.

Dennise Reyza Putri Shekina salah seorang panitia menyampaikan, dengan memanfaatkan limbah kertas yang tak terpakai, Topeng Bubur Kertas menjadi solusi kreatif Republik Gubuk dalam berkomunikasi mengajak anak-anak untuk belajar tentang seni budaya secara lebih mudah dan menyenangkan.

“Tanpa harus menghadapi kendala biaya yang mungkin dihadapi jika topeng Malangan dibuat dari bahan kayu asli,” imbuhnya.

Dalam eduwisata Sambang Republik Republik Gubuk tersebut, partisipan turut merasakan kegiatan anak-anak di Republik Gubuk, yakni belajar tentang daur ulang sampah kertas menjadi topeng yang indah dan bernilai budaya. Abel, Selaku Tour Guide pun dengan ramah memandu peserta dalam proses mendaur ulang sampah kertas menjadi karya seni unik.

Topeng Bubur Kertas Karya Seni Ramah Lingkungan

Topeng Bubur Kertas adalah karya seni budaya yang ramah lingkungan. Limbah kertas dihaluskan dengan air, diperas, dan dicampur dengan semen putih dan gibsum. Setelah tercampur rata, adonan dimasukkan ke dalam cetakan.

Setelah 30-45 menit, topeng dapat dibuka dari cetakan, namun sebaiknya didiamkan selama satu hari untuk hasil kering maksimal. Limbah kertas menjadi bahan baku kreatif, menyuarakan kekayaan budaya Malangan, dan peduli lingkungan  Baca konten selengkapnya di Tabloid Inspirasi Pendidikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News