Siswa-siswi SDK Santa Maria III Belajar Menulis dengan Mengamati

0
205
Siswa SDK Santa Maria III melakukan wawancara dengan pemilik pabrik krupuk. (Foto: Ist/IP).

Malang, IP – Siswa-siswi kelas 4 dan 5 SDK Santa Maria III Malang, melakukan kunjungan ke Pabrik Kerupuk Super Jaya Sukun Kota Malang, Jumat (19/11/2021).

Kunjungan oleh para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Jurnalistik itu bukan tanpa alasan, mengingat mereka juga sekaligus melakukan pengamatan sederhana.

Kunjungan ke pabrik kerupuk tersebut baru pertama kali diadakan, sehingga sebagian besar siswa menyambut dengan antusias.

Uniknya, siswa bisa melakukan pengamatan secara langsung dan mencatat berbagai hal. Seperti alat dan bahan yang digunakan, cara mengadoni bumbu, mencetak secara manual dan dengan mesin.

Kemudian proses penataan kerupuk, memasukkan ke dalam alat pengukus, serta menjemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering dan kemudian memanaskan minyak untuk menggoreng kerupuk.

Menurut Drs AMZ Supardono Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik SDK Santa Maria III, tujuan kunjungan adalah untuk merangsang motivasi siswa dalam menulis.

“Dengan kunjungan ini, siswa diajak berlatih¬† menulis dari apa yang mereka amati,” imbuhnya.

Baca Juga: Lakukan Pemilihan Ketua Tim Jurnalistik Sekolah, SDK Santa Maria 1 Pakai Cara Berbeda

Selain itu, siswa tidak hanya diajarkan secara teori saja, melainkan siswa ditantang untuk terjun langsung ke obyeknya. Terlebih saat pandemi, siswa lebih banyak belajar secara online. Artinya hanya menerima teori tanpa praktik.

“Serta mendayagunakan sumber belajar yang ada di sekitar sekolah, sebagai sarana belajar siswa,” ungkapnya.

Supardono lantas mengaku, pemilihan lokasi pabrik kerupuk karena adanya faktor kedekatan lokasi dengan sekolah, sehingga mudah dijangkau oleh siswa.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDK Santa Maria III Tristina Wahyu Setyowati SPd membenarkan tujuan dari kunjungan tersebut. Yakni untuk melatih siswa dalam melakukan pengamatan, dan selanjutnya siswa belajar mengumpulkan data.

Dari data yang terkumpul, ia berharap siswa bisa membuat karya dalam berbagai bentuk. Misalnya puisi, cerita bergambar, pantun, cerpen, karikatur, TTS maupun menulis teks berita.

Sebagai informasi, pabrik milik Edi Suparman ini sudah berdiri sejak tahun 1973 di atas lahan seluas 4000 meter. Awal berdiri usaha, dari karyawan sampai fasilitas sangat kurang dan tidak memadai.

Baca Juga: Trik SD Insan Amanah Kemas Pembelajaran Menyenangkan untuk Siswa

Dengan berjalannya waktu, pabrik ini mampu menghimpun lebih dari 25 tenaga kerja.

Tenaga kerja menempati beberapa bagian, dari tenaga pengadonan, pencetakan, pengukusan, penjemuran dan penggorengan.

Bukan hanya tenaga manusia, pabrik kerupuk juga menggunakan tenaga mesin agar kerja dan hasil lebih maksimal.

Sedangkan untuk proses pengeringan, kerupuk milik Parman ini menggunakan sinar matahari. Tetapi bila cuaca mendung, atau hujan maka kerupuk dikeringkan dengan di oven.

Dengan menggunakan tenaga kerja dan sistem semacam itu, Pabrik Kerupuk Super Jaya ini dalam sehari bisa menghasilkan  hingga empat sampai lima kuintal.

Baca berita terlengkap di Tabloid Inspirasi Pendidikan