Diikuti 4.527 Mahasiswa, Ini Pesan Rektor di Oshika Maba Unisma

0
382
Ribuan mahasiswa baru Unisma saat mengikuti Oshika Maba 2022. (Foto: Brian/IP).

Malang, IP – Ribuan mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) mengikuti Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (Oshika Maba) 2022.

Di Hari pertama, kegiatan sebagai gerbang awal menjadi mahasiswa Unisma ini diawali dengan upacara pembukaan. Kemudian berlanjut pada pelaksanaan Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Malang di Gedung Bundar Al-Asy’ari.

Memakai Almamater serba hijau milik Unisma, sebanyak 4.527 mahasiswa baru mengikuti Oshika Maba dari tanggal 12 sampai 14 September 2022. Mereka pun mendapat berbagai pesan dari Rektor Unisma.

Baca Juga:

Unisma Awards 2022, Wadah Apresiasi Civitas Berprestasi

Unisma Punya Relawan Pajak

Dirikan Islamic Bank Laboratory, FEB Unisma Ingin Cetak Lulusan Berkompeten

Prof. Dr. H. Masykuri Bakri M.Si Bawa Unisma Menuju Taraf Internasional

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menyampaikan, predikat sebagai seorang mahasiswa harus memiliki visi jauh, terus menimba ilmu, mengasah soft skill dan hard skill, memperbaiki akhlak dan moral.

Hal ini agar seorang mahasiswa dapat memiliki hidup yang bermanfaat serta berkontribusi besar untuk mengubah budaya dan peradaban Indonesia bahkan dunia.

Dalam kesempatan ini pula, Maskuri menegaskan, menjadi seorang mahasiswa merupakan keberuntungan dan patut untuk disyukuri. Mengingat di Indonesia hanya 20 sampai 25 persen saja yang bisa belajar di jenjang perguruan tinggi.

Dengan demikian, menjadi seorang mahasiswa juga merupakan sebuah tanggung jawab. Baik sebagai intelektual, maupun sebagai calon pemimpin bangsa.

Sebagai intelektual, menurut Masyukuri mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai bidang pilihan. Namun juga harus sensitif terhadap masalah yang berkembang di masyarakat.

Unisma Berupaya Berikan yang Terbaik bagi Mahasiswa

Untuk itu Unisma bakal berupaya memberikan yang terbaik bagi seluruh mahasiswa. Tetapi, jika mahasiswa tidak turut berperan aktif, maka hasil yang ingin dicapai pun tidak akan optimal.

“Di Unisma akan belajar ilmu-ilmu pilihan, keterampilan, ilmu agama. Sebab ilmu pengetahuan yang dikuasai, harus diimbangi dengan pemahaman agama yang baik,” imbuh Maskuri saat memberi sambutan di hadapan para mahasiswa.

Masyuki lantas mengaku, para mahasiswa Unisma bakal mengikuti berbagai macam aktivitas dengan tetap menerapkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai akar dari Unisma.

Dalam kesempatan ini, ia pun berharap agar mahasiswa terus berpegang teguh kepada nilai-nilai abadi. Mulai dari kejujuran, ketulusan, keikhlasan, kebersamaan, sikap tawaduk, keadilan, kedisiplinan, hingga tanggung jawab yang bakal menanti.

Pada tahun akademik ini, total maba Unisma berjumlah 4.527, dengan rincian dari program S1 berjumlah 3.911 mahasiswa dari 23 program studi. Sementara untuk program S2 berjumlah 535 mahasiswa dari 10 program studi dan S3 sebanyak 21 mahasiswa.

Dari total jumlah maba, 183 diantaranya merupakan mahasiswa asing yang berasal dari 11 negara. Yakni Singapura, Amerika Serikat, Uzbekistan, Ukraina, Mesir, Suriah, Thailand, Filipina, Timor Leste, Rusia dan Malaysia. (bri/was).