Prof. Dr. H. Masykuri Bakri M.Si Bawa Unisma Menuju Taraf Internasional

0
640

MALANG, IP — Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi salah satu kampus Islam terbesar di Malang Raya. Berbagai prestasi telah ditorehkan oleh kampus yang berada di kawasan Dinoyo, Kota Malang, tersebut. Hal itu tak lepas dari berbagai upaya dan sinergi seluruh civitas akademika Unisma Malang, termasuk sentuhan tangan dingin sang Rektor, Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M. Si.

Bukan hanya berprestasi dalam kancah nasional, Unisma bahkan perlahan namun pasti, menjadi kampus skala internasional. Berbagai fasilitas pembelajaran, mulai dari laboratorium, kelas yang bersih dan nyaman, hingga perpustakaan terbaik se-Indonesia, tampaknya menjadi salah satu alasan Unisma menorehkan banyak prestasi.

Saat bincang santai dengan tim redaksi Inspirasi Pendidikan, Masykuri menyebut 187 universitas luar negeri telah bermitra dengan Unisma. “Sejak tahun 2014, Unisma telah menerima mahasiswa dari luar negeri. Hingga saat ini, total 220 mahasiswa dari 34 negara yang mempercayakan mahasiswanya kepada kami,” jelas pria yang kembali menjadi rektor periode ke dua itu.

Bahkan hubungan Internasional pun telah digagas, lanjut Masykuri, berupa even yang mempertemukan para raja di Asia Tenggara beserta duta besar. “Rencana digelar Maret 2020 lalu, yang menyatakan hadir sudah 24. Namun karena berbarengan dengan situasi pandemi covid-19, terpaksa ditunda hingga waktu yang belum bisa kami tentukan,” imbuh lulusan Fakultas Tarbiyah FAI Unisma ini.

Untuk mewujudkan universitas bertaraf dunia, sambungnya, maka sumberdaya manusianya juga harus berkelas dunia. Paling dasar mahasiswa harus fasih berbahasa Inggris, KKN, PPL, bahkan menulis karya ilmiah pun di luar negeri. “Mahasiswa kami sudah banyak yang menempuh pendidikan di luar negeri, seperti di Rusia, Thailand, Taiwan dan beberapa negara lain. Yang mereka dapatkan dari luar harus dibawa kembali ke dalam kelas belajar di Unisma,” tegas pria yang lama menjabat sebagai Kepala LPPM Unisma ini.
Begitu pun metode penyampaian mata kuliah, masih kata Masykuri, mengalami perubahan, yakni menggunakan inovasi baru untuk lebih mengembangkan produk knowledge.

“Jika dulu, kuliah didominasi oleh dosen yang memaparkan materi perkuliahan, saat ini sudah berubah. Justru yang menjadi pengetahuan mahasiswa, itu yang harus dibahas dalam kelas kuliah. Dosen berlaku sebagai moderator dan pembanding, sehingga situasi kuliah menjadi aktif dan efektif,” papar dia.

Bukan hanya itu, sederet fasilitas menarik dan lengkap juga telah dipersiapkan untuk mahasiswa. Dengan fasilitas pembelajaran lengkap, mulai laboratorium, ruang pembelajaran yang bersih dan nyaman, hingga perpustakaan megah yang didesain berbeda dengan perpustakaan pada umumnya. “Khusus untuk perpustakaan, bahkan di lantai paling bawah disediakan sebuah kafetaria. Mahasiswa pun bebas memesan minuman dan membawanya ke tempat membaca. Tapi dengan catatan, harus menjaga kedisiplinan dan kebersihan,” ucap Masykuri sambil senyum.

Tak hanya itu. Setiap lantai perpustakaan memiliki desain interior yang berbeda. “Ada yang bernuansa seperti kafe dan ruang luar ruangan. Pencahayaan dan penataan rak buku pun tertata sangat rapi dan menarik. Di dalamnya juga banyak fasilitas yang akan memanjakan proses belajar. Itu yang menjadikan kampus ini (Unisma, red) dinobatkan sebagai perpustakaan terbaik,” pungkasnya. (doi)