Siti Fadilah, Menjadi Guru Tak Cukup dengan Modal Tekad

0
150
Siti Fadilah, Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Kepanjen Kabupaten Malang. (Foto: Vranola/IP).

Malang, IP – Guru memiliki peran sebagai motor penggerak dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga manfaat dari peran seorang guru harus dapat dirasakan bagi peserta didik maupun lingkungan sekitar.

Tidak ada kata putus asa, dalam keadaan apa pun, guru dituntut untuk memberikan hak pendidikan kepada seluruh anak didik. Baik saat pandemi se­perti sekarang, maupun dalam kondisi impitan ekonomi.

Siti Fadilah seorang guru SMAN 1 Kepanjen, sudah mengabdi sejak tahun 1987.
Selama menjadi guru, ia sudah banyak mengantarkan banyak siswa menjadi orang yang berhasil dan sukses. Menurut wanita yang akrab dipanggil Dila ini, menjadi guru tidak cukup dengan modal tekad.

Baca Juga :

Cerita Dibalik Pengabdian Susanti, Guru dengan Masa Jabatan Terlama

Menjadi Guru Penggerak

Pisah Sambut Kepala Sekolah, Guru SMPN 2 Pagak Berharap Animo Lulusan SD Meningkat

Guna membimbing semua siswa menuju hal-hal yang jauh lebih baik, seorang guru juga harus mampu menguasai ilmu yang akan disampaikan kepada siswa. Berbeda dengan karyawan yang mungkin memiliki pola pekerjaan sama tiap harinya.

Menjadi pendidik justru sering dihadapkan dengan tantangan yang tak bisa ditebak. Seperti menemukan dan menghadapi ragam karakter peserta didik yang berubah-ubah.

“Semua peserta didik sangat spesial, kita tidak bisa menebak apa tingkah yang akan dilakukan setiap harinya, jadi dibu­tuhkan perlakuan yang berbeda,” ungkap Dila.

Untuk itu ia menjelaskan, ketika sampai di area sekolah, sebisa mungkin seorang guru harus me­ninggalkan beban pribadi dan tidak menggabungkan dengan masalah sekolah.
Hal ini sangat membantu untuk meredakan emosi ketika melihat berbagai tingkah peserta didik.

“Bukan sesuatu yang mudah untuk mengontrol emosi, namun jika sulit untuk dibendung di hadapan siswa, biasanya dibuat duduk atau berwudu” tutur Siti Fadilah.  Baca berita selengkapnya di Tabloid Inspirasi Pendidikan